Jaya Pancasila, Sejahteralah Negeriku



1 Oktober merupakan hari kesaktian pancasila. Untuk memperingatinya, PKN STAN mengadakan seminar Pancasila dan Festival Budaya Pancasila, kebetulan saya menjadi salah satu mahasiswa yang mewakili kelas saya untuk menyaksikan Festival Budaya Pancasila. Acara ini diadakan di gedung G Kampus PKN STAN. Seperti biasa, sebelum masuk saya harus registrasi terlebih dahulu. Setelah registrasi saya masuk dan mendapat tempat duduk di bagian belakang. 

Acara dimulai dengan penampilan Voca Wardhana menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti dengan seluruh peserta yang hadir. Kemudian menyanyikan mars PKN STAN. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur PKN STAN, Bapak Rahmadi Murwanto, dalam sambutannya disampaikan bahwa pelaksanaan Pancasila sudah ada sejak zaman dahulu di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan masyarakat Indonesia yang memiliki solidaritas dan rasa gotong royong yang tinggi, namun dengan perkembangan zaman, penerapan nilai Pancasila itu mulai luntur.

Acara dilanjutkan dengan serangkaian penampilan mahasiswa PKN STAN yang menyajikan performa yang menarik. Mulai dari teater yang mengisahkan tentang keadaan rakyat Indonesia yang meninggalkan nilai-nilai ketimuran, korupsi yang merajalela, sampai ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin. Kemudian penampilan yang tak kalah memukau berikutnya datang dari UKM Sabdanusa yang menampilkan tarian daerah dari berbagai daerah di Indonesia, ada tarian dari Kalimantan, Jawa, Papua, Bali, dan masih banyak lagi. Berbagai performa telah ditampilkan, mulai dari tarian, musik, hingga puisi. Namun dari berbagai rangkaian acara tadi yang menjadi favorit saya adalah penampilan melukis di pasir diiringi dengan pembacaan puisi, karena ini merupakan kali pertama saya menyaksikan orang melukis di pasir secara langsung. Dalam lukisan yang digambarkan dikisahkan bahwa perjuangan para pahlawan terdahulu jangan dilupakan begitu saja karena adanya globalisasi, maka kita sebagai pemuda harus tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. 

Walau kita datang dari daerah yang berbeda, memiliki budaya daerah yang berbeda, jangan jadikan semua perbedaan itu sebagai pemisah, namun sebaliknya jadikan perbedaan itu sebagai penyatu bangsa. Jadikan Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara agar tercipta Indonesia yang sejahtera. Sekian :)



Berikut saya tambahkan gambar yang saya ambil selama acara :

penampilan voca wardhana

tari dari Jawa
tari dari Bali
melukis di pasir diiringi pembacaan puisi












Komentar